Top Menu

Menebar Kebaikan dengan Cara Merawat Bumi



Kebaikan besar atau sekecil apapun dimanapun bisa kita lakukan.  Sekecil dan kepada siapapun kebaikan itu pasti akan berimbas kepada kita, termasuk kepada makhluk-makhluk kecil di dalam bumi. 
 
Pernahkah kita terpikir untuk berbuat baik kepada mereka, bersedekah kepada mereka?
Dalam postingan ini saya akan menceritakan sebuah  kisah yang mudah-mudahan menjadi  kisah inspiratif untuk kita semua. Tentang berbuat baik kepada makhluk sekecil di dalam bumi. Yah, terdengar sepeleh. Tapi nyatanya perbuatan baik itu sangat berdampak bagi kehidupan kita serta lingkungan tempat kita tinggal.

Kisah tersebut ialah milik sepasang suami istri. Suami istri mana yang sangat merindukan kehadiran seorang buah hati di tengah-tengah kehidupannya? Ditengah usia pernikahana yang sudah menginjak 10 tahun, saat segala upaya telah dilakukan agar bisa memiliki si buah hati tapi yang diharapkan belum kunjung hadir. 

Mungkin langkah terakhir yang bisa dilakukan hanyalah berdoa dan bersehar diri kepada Allah SWT. Sebagai seseorang  petugas di sebuah lembaga amil zakat ia paham betul tentang keutamaan sedekah dan berbagi kebaikan termasuk kepada makhluk-makhluk kecil di sekitar lingkungan kita, terutama di rumah. 

Suatu ketika ia geram melihat tumpukan sampah yang disamping rumahnya karena petugas kebersihan yang malas mengambil sampah dirumahnya padahal sudah dibayar rutin setiap bulan, maka bermula dari sana muncul sebuah ide untuk bersedekah kepada makhluk-makhluk didalam bumi.

Langkah pertama yang dilakukannya untuk mengatasi sampah rumah tangga itu ialah dengan cara memisahkan antara sampah organik dan sampah non organik. Sampah organik yang terdiri dari tumbuhan atau sisa makanan yang dapat terurai dipisah diletakan dalam suatu lubang bernama lubang biopori. 

Sementara yang an-organik  sementara tetap dibuang kepada petugas kebersihan tapi jumlah dan kadar baunya sudah berkurang, yang membuat sampah kita busuk ialah bercampurnya sampah organik dan an-organik.



Sampah-sampah organik tadi disedekahkan kepada makhluk-makhluk kecil yang ada di dalam bumi melalui lubang biopori tadi, banyak sekali manfaat lubang biopori selain menjadi lubang resapan air dikala hujan turun tetapi menjadi media untuk sedekah pada cacing dan bakteri-bakteri di dalam bumi.

Sampah organik tersebut akan diurai oleh bakteri menjadi pupuk kompos, dan pupuk kompos itu bisa kita gunakan untuk tanaman-tanaman di sekitar rumah kita, itulah rantai kehidupan yang sangat indah. Sederhana sekalikan? Mungkin itu salah satu kebaikan kecil yang bisa kita lakukan di lingkungan kita, merawat bumi.

Rupanya gerakan itu tak ingin mereka lakukan sendiri. Suami istri  mengajak beberapa temannya agar membuat gerakan  merawat bumi lewat pengomposan sampah organik di rumah beberapa tetangga, selain itu juga membuat gerakan pilah dan tabung sampah yang pada awalnya hanya menerima sampah organik kini juga menerima sampah an-organik yang memiliki nilai ekonomis sebagai salah alternatif mengatasi sampah an-organik rumah tangga.

Perlahan tapi pasti gerakan itu kini sudah meluas dan bisa bertahan hingga sekarang (menjelang 7 tahun) bukan sebuah hal yang mudah untuk mendapatkan kepercayaan masyarakat agar mau bergabung dalam gerakan itu, semua yakin pasti ada jalan untuk melewati ini. 

Dan alhamdulillah dari apa yang mereka lakukan (suami-istri) itu membuahkan hasil, banyak orang yang sadar akan kebaikan merawat bumi dengan menjaga lingkungan lewat cara sederhana pilah dan tabung sampah dari rumah masing-masing. Ini memang sebuah gerakan dan kebaikan yang sederhana. Tak cukup sampai disana atas izin Allah SWT, buah hati yang telah lama mereka rindukan kini telah bersama ditengah-tengah kehidupan mereka.

Bisa jadi itu berkat kebaikan kecil dan sederhana yang rutin mereka lakukan kepada makhluk-makhluk di dalam bumi, saat mereka melakukan itu sembari berdoa kepada Allah dan doa mereka di dengar oleh makhluk-makhluk kecil yang mereka beri makan secara rutin ikut mendoakannya kepada Sang Maha Pencipta ini. 


Sebenarnya banyak cara yang bisa kita lakukan untuk menebar kebaikan, salah satunya dengan mengikuti berbagi kebaikan yang dilakukan lembaga Dompet Dhuafa

Dompet dhuafa merupakan lembaga filantropi islam yang berkhitmad dalam pemberdayaan kaum dhuafa dengan pendekatan budaya melalui filantropis (welas asih/kasih sayang? Dan wirausaha sosial Profetic (Prophetic socio-technopreneurship).

Dompet dhuafa sendiri memiliki lima program unggulan yang bisa  kalian jadikan sebagai jalan kebaikan berbagi yaitu;


  1. Pendidikan
  2. Kesehatan
  3. Ekonomi
  4. Budaya
  5. Sosial dan Dakwah

Nah jadi tidak ada alasan lagi untuk kita melakukan kebaikan berbagi, lewat dompet dhuafa yang mengelola dana zakat, infak, dan sedekah. 

Di bidang lingkungan Dompet Dhuafa juga telah melakukan penanaman 10.000 bibit mangrove di perkampungan Sedari pesisir pantai utara, Karawang. (*)


* Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Menebar Kebaikan yang diselenggarakan oleh Dompet Dhuafa




4 komentar :

  1. Banyak cara untuk berkontribusi. Tinggalah kita yang memilih, jalan ninja mana yang di tempuh. Semangat menebar kebermanfaat ^^

    BalasHapus
  2. Kisah sepasang suami istrinya sangat menginspirasi, Ka. Saya sendiri tertarik dan masih belajar memanfaatkan sampah organik dengan kompos. Memang sampah yang kita produksi lebih baik dimanfaatkan ketimbang dibuang begitu saja.

    BalasHapus
  3. Betul kak, setiap kebaikan yang kita tanam nanti pasti Allah balas kalau tidak di dunia pasti di akhirat

    BalasHapus
  4. Menambah wawasan sekali ya. Bisa memanfaatkan sampah menjadi hal bermanfaat. Semangat dalam menebar kebaikan.

    BalasHapus

Terima kasih sudah baca postingan allamsyah.com, silakan tinggalkan komentar

Designed by OddThemes | Distributed by Gooyaabi Templates