Top Menu

Qurban dan Dampak untuk Lingkungan





ALLAMSYAH.COM - Tak lama lagi, dalam hitungan hari, bertepat pada tanggal 30 Juli 2020 atau 10 Dzulhijjah 1441 H, umat muslim di seluruh dunia akan merayakan Idul Adha, dimana seluruh jamaah haji akan melakukan puncak ibadah haji.  Pada saat itu juga biasa disebut juga dengan hari Raya Qurban, dimana setiap muslim yang mampu akan melakukan penyembelihan hewan qurban dan dibagi-bagikan kepada orang yang membutuhkan.

Yah, hari Raya Idul Adha adalah  salah satu yang sangat ditunggu-tunggu oleh jutaan umat muslim di seluruh dunia, disaat itu setiap umat muslim akan terlihat bahagia karena bisa merasakan nikmatnya daging kurban, sebab tak setiap muslim bisa makan daging tiap minggunya atau bahkan tiap bulannya.

Sebelum kita lebih jauh membahas topik utama artikel ini mari kita cari tahu terlebih dahulu apa makna dan kisah dibalik hari raya Idul Adha. Nah, jadi dahulu nabi Ibrahim AS mendapatkan wahyu dari Allah SWT untuk menyembelih putranya sendiri bernama nabi Ismail AS. Mendapatkan perintah itu nabi Ibrahim dan nabi Ismail menurutinya saja dengan ikhlas dan tawakal. Akan tetapi tragedi penyembelihan anak oleh ayahnya sendiri itu tidak benar terjadi, ak Allah SWT menggantikan nabi Ismail dengan seekor domba. 

Sementara penyembelihan hewan qurban itu memiki makna tersendiri;

Pertama, Taqwa, yah melakukan penyembelihan hewan qurban adalah bentuk ketaqwaan seorang hamba kepada sang Khalik. Dimana pengertian taqwa yakni menjalankan perintah dan menjauhi semua larangan-Nya.

Kedua, mempererat hubungan antar manusia. Ibadah-ibadah yang diperintahkan Allah SWT kepada umat muslim sejatinya mengandung dua aspek yang tak akan pernah terpisahkan. Habluminnallah (hubungan kepada Allah) dan Habluminanas (Hubungan kepada Manusia). Ajaran islam sangat memperhatikan sekali solidaritas dan kepekaan social dari setiap ibadah-ibadah yang diperintahkan Allah SWT. Contohnya puasa dan kurban, kurban mengajari kita untuk saling membahagiakan, dimana orang-orang yang kurang beruntung bisa menikmati hidangan daging kurban di hari raya Idul Adha. 

Ketiga, peningkatan kualitas diri. Hikmah ketiga dari ritual keagaamaan ini adalah memperkukuh empati, kesadaran diri, pengendalian dan pengelolaan diri yang merupakan cikal bakal akhlak terpuji seorang Muslim.  

Akan tetapi dibalik kebahagian  hari Raya Qurban ini ada sesuatu yang sering sekali kita lupakan, bahkan mungkin tak terpikirkan mengenai dampak lingkungan pasca penyembelihan dan pembagian daging hewan kurban kepada masyarakat yang membutuhkan. Yups, sampah kantong kresek bekas daging kurban tersebut. 

Para aktivis lingkungan sudah memberikan imbauan kepada para panitia agar menggunakan wadah yang ramah lingkungan untuk daging kurban yang akan dibagikan kepada masyarakat, salah satunya wadah yang ramah lingkungan itu ialah besek dari anyaman bambu.

Menyediakan besek anyaman bambu memang akan menambah biaya oprasional penyembelihan hewan kurban sih, belum lagi beseknya bisa didapatkan dimana? Hari gini memangnya ada yang jual?
Sebenarnya ada yang lebih praktis dan ekonomis, panitia kurban bisa menyiasatinya dengan menggunakan daun pisang atau daun jati. Tapi yah harus diribetin dikit dengan kerjaan melipet-lipet daun pisang atau daun jatinya.

Nah ada salah satu cara lagi yang bisa dilakukan oleh panitia kurban agar pasca penyembelihan tidak berdampak pada lingkungan, kasih imbauan kepada penerima daging kurban agar membawa wadahnya sendiri dari rumah, cara ini paling aman untuk lingkungan, selain itu juga pihak panitia bisa menekan pengeluaran terutama pengeluaran membeli kantong kresek.

Namun, apabila cara-cara diatas tidak bisa terlaksana maka tinggal kitanya selaku penerima manfaat daging kurban tersebut agar bijak mengelola kantong kresek bekas daging kurban tersebut. 

Apa yang bisa dilakukan terhadap kantong kresek bekas daging kurban tersebut? Yah kantong kresek tersebut bisa kita cuci sampe baunya hilang, lalu kita keringkan dan bisa kita pakai lagi. Artinya ada pemakaian ulang.

Tapi bisa kondisi kresek itu tidak memungkinkan untuk kita pakai lagi. Maka kita harus menempatkan kresek tersebut ke tempat yang sebaik-baiknya, jangan dibuang sembarangan, apalagi ke selokan yang berakhir pada sungai bahkan laut dan bisa berdampak pada alam semesta dan makhluk hidup lainnya seperti banjir dan lain-lain.

Bukan kah setiap ibadah yang diperintahkan-Nya itu agar bisa berdampak kebaikan untuk kita semua.

#WAGSUmselMenulis
#Lampauibatasmu

Posting Komentar

Terima kasih sudah baca postingan allamsyah.com, silakan tinggalkan komentar

Designed by OddThemes | Distributed by Gooyaabi Templates