Camping Ceria di Danau Palem Raya yang Harus Kamu Cobain Juga



foto: tim receh outdoor

Siang itu terik matahari cukup menyengat,  membuat jalanan aspal seperti bara yang harus saya taklukan.  Perjalanan kali ini cukup jauh,  Prabumulih - Ogan Ilir setidaknya membutuhkan waktu tempuh kurang lebih satu jam. 


Pulang kerja saya segera mempacking pribadi untuk mengikuti Touring & Fun Camping di danau palem raya,  ogan ilir. Kegiatan itu sendiri dilaksanakan oleh time @recehoutdoor. 


Pukul 3.04 saya sudah sampai di gapura palem Raya,  salah satu titik kumpul yang disiapkan oleh panitia. Ketika sampai saya masuk ke minimarket  yang berada tak jauh dari  gapura tersebut untuk membeli air mineral  dan cemilan,  tak lama panitia dan peserta kloter pertama sudah sampai di gapura saya pun bergabung  dengan mereka untuk melanjutkan  perjalanan ke lokasi camping. 


Jalanan masih di dominasi oleh aspal, dengan dihiasi ilalang ditepinya namun setelah melewati jembatan jalan tol,  tim memutuskan berhenti sejenak di atas jembatan untuk menikmati pemandangan jalan tol yang tak terlalu ramai lalu lalang kendaraan.

Foto: dok. www.allamsyah.com



Perjalanan dilanjutkan kami harus melewati jalan proyek. jalan tanah.cukup jauh dan licin jika tidak hati-hati ban motor bisa tergelincir. Setelah,  masuk ke kebun karet milik warga,  di sana kami disajikan 'jalan tikus',  hanya bisa dilalui oleh motor saja. 


Keluar dari kebun karet,  sebuah danau sudah nampak di hadapan kami,  tapi bukan danau ini yang di maksud. Perjalanan masih lanjut masuk ke hutan kecil di tepi danau lalu keluar dan menyusuri jalan dipinggir danau. Di sini, kita harus berhati-hati,  harus bisa menyeimbangkan kendaraan kalau tidak salah sedikit bisa nyemplung ke danau. 


Saat keluar dari hutan kecil itu sebenarnya tenda-tenda tempat camping sudah terlihat di seberang,  kami harus memutari danau untuk sampai ke tempat camping. 


Ketika sampai di lokasi camping di tepi danau Palem Raya,  banyak hal yang bisa dilakukan oleh para peserta Touring  & Fun Camping ini. Ada yang sekadar duduk sambil ngobrol di tepi danau,  ada yang mandi di danau,  bernyanyi dengan petikan gitar. 


Namun sayangnya,  sore kala itu kurang berpihak suasana mendung menyelimuti danau,  sehingga  kami tak bisa menikmati senja seperti yang diharapkan sebelumnya. Tapi itu tak mengapa bagi kami,  tak menyurutkan rasa bahagia,  sebab sudah bisa berkumpul, bersenda gurau,  tertawa bersama,  berbagi cerita-cerita yang bermanfaat itu sudah cukup buat kami bahagia. Sederhana bukan? 


Malam pun tiba,  seusai menunaikan sholat magrib dan makan malam,  api unggun dinyalakan. Kegiatan malam itu diisi dengan ramah tamah,  perkenalan satu sama lain antara panitia dan peserta,  perkenalan  yang cukup membuat tawa canda pecah meskipun hujan rintik-rintik turun menyiram kami. Lewat  perkenalan itu kita bisa saling mengenal nama dan rutinitas  peserta serta panitia. 


foto: dok. www.allamsyah.com



Selain sesi perkenalan,  ada juga sesi sharing yang diisi oleh saudara Dayat dari tim receh outdoor. Beliau berbagi pengalaman mistisnya saat pendakian Gunung Lawu via Ceto di Jawa Tengah. Dari pengalamannya kita mendapat pelajaran tentang apa yang harus kita lakukan ketika mengalami hal yang sama saat melakukan pendakian terutama pendakian di gunung yang terkenal akan nuansa mistisnya.


Malam kian larut kegiatan belum selesai masih ada sesi bakar sosis. Namun saya tidak mengikutinya memilih langsung masuk tenda dan segera tidur. Berharap ketika bangun besok tubuh saya kembali bugar dan bisa mengikuti  kegiatan  yang masih tersisa. 


*** 


Pukul 05.00 saya terbangun dari tidur.  Hujan semalam membuat cuaca menjadi dingin sekali, saya merapatkan jaket agar tubuh tetap terasa hangat. 


Embun menempel di tenda,  rupanya pagi itu  sinar mentari enggan menyapa kami, mendung masih setia menemani. Kami mulai kegiatan dengan senam bersama,  senam ceria yang  menyehatkan.


Kemudian,  sarapan dan  ngobrol-ngobrol ringan antar peserta camping ceria.  Ada juga yang  mandi ke danau,  saya tidak ikutan mandi,  angin kencang di sekitar danau serta cuaca mendung menyiutkan nyali saya untuk ikut berenang. Pasti dingin sekali. 


Selesai sarapan kami melakukan bersih-bersih di sekitar danau,  memunggut sampah-sampah plastik  yang  dibuang oleh para pengunjung yang  tak bertanggungjawab. Padahalkan kalau danau ini bersih kita juga yang  enak menikmatinya. 


Hari menjelang siang usai membantu membereskan tenda,  saya izin pamit pulang ke Prabumulih. 


Terima kasih,  

Semoga berjumpa lagi di camping berikutnya. 




LihatTutupKomentar

6 Komentar

Cancel

Terima kasih sudah baca postingan allamsyah.com, silakan tinggalkan komentar