Bersiap Nonton Sundance Film Festival: Asia 2021 Secara Virtual


Hallo sobat perfilman Indonesia, ingetkan saya pernah memposting tentang  kompetisi film sundance film festival: Asia 2021 yang diadakan oleh Sundance Institute dan XRM Media. Nah jadi dalam  kompetisi film tersebut sudah terpilih beberapa film terbaik nih.


Sundance Institute dan XRM Media yang mendapat dukungan dari IDN Media sudah resmi mengumumkan program dan diskusi panel yang akan diselenggarakan di Sundace Film Festival: Asia 2021 pada 23-26 September 2021.


Ada yang special nih teruntuk para penikmat perfilman di Indonesia. Delapan film terbaik pilihan para juri tersebut akan ditayangkan secara khusus untuk audiens Indonesia, keren banget kan sob? Kedelapan film yang telah dikurasi oleh tim program Sundance Film Festival, bersama dengan XRM Media dan IDN Media ini akan ditayangkan secara virtual.



Kedelapan film terbaik pilihan para juri tersebut terdiri dari empat film naratif dan film dokumenter, antara lain;


The Dog Who Wouldn’t Be Quiet/Argentina (Sutradara: Ana Katz, Penulis Naskah: Ana Katz, Gonzalo Delgado, Produser: Laura Humberman, Ana Katz) – Film ini bercerita tentang seorang lelaki bernama Sebastian. Dengan pekerjaannya yang tidak tetap dia selalu menemukan cinta di setiap kesempatan. Hari demi hari seteah melewati rangkaian pertemuan dan perkenalan ditambah berbagaimacam gejolak kehidupan, Sebastian terlahir menjadi pribadi baru. Pemeran dalam film ini antara lain; Daniel Katz, Julieta Zylberberg, Valeria Lois, Mirella Pascual, Carlos Portaluppi. Film ini bergenre naratif. 


Try Harder!/U.S.A (Sutradara: Debbie Lum, Produser: Debbie Lum, Lou Nakasako, Nico Opper) Film ini berkisah tentang dimana anak-anak culun dipandang keren serta orchestra menjadi kegiatan yang berkelas di Lowell High School selain itu orang Asia-Amerika adalah sebuah hal yang sangat umum ditemui disisi lain para senior di sekolah tersebut terus bersaing untuk mendapatkan hadiah masuk ke perguruan tinggi impian mereka. Film ini bergenre Dokumenter.


Amy Tan: Unintended Memoin/U.S.A (Sutradara: James Redford, Produser: Karen Pritzker, Cassandra Jabola) – Film bergenre dokumenter ini bercerita mengenai Amy Tan seorang sastrawan paling berpengaruh di Amerika. Amy Tan terlahir dari rahim seorang imgran dari Tiongkok. Dalam kisahnya usaha seorang penulis bernama The Joy Luck Club memahami trauma bagi para perempuan yang berhasil menyelamatkan dirinya dari praktik pergundikan di Tiongkok.




Writing With Fire/India (Sutradara dan Produser: Rintu Thomas, Sushmit Ghosh) – Selama ini lanskap berita di India selalu didominasi  oleh para lelaki namun ada satu-satunya surat kabar yang diinisiasi oleh perempuan. Hal itu tentu mematahkan tradisi dan isu termasif di India. Film ini Dokumenter.


Users/U.S.A, Mexico (Sutradara: Natalia Almada, Produsesr: Elizabeth Lodge Stepp, Josh Penn) – Film berdokumenter ini berkisah tentang keluh kesah seorang ibu yang bertanya-tanya “Apakah anak-anakku lebih mencintai mesin-mesin berteknologi yang sempurna ini ketimbang saya, ibu mereka yang bahkan jauh dari kata sempurna?” 


Passing/U.S.A (Sutradara dan penulis Skenario: Rebecca Hall, Produser: Forest whitaker, Nina yang Bongiovi, Margot Hand, Rebecca Hall)  - Film yang diadaptasi dari karya Nella Larsen Passing, ini berkisah tentang dua perempuan berkulit hitam dan kehidupan mereka selama era segregasi di New York pada tahun 1920-an. Dalam film bergenre naratif diperankan oleh  Tessa Thompson, ruth Negga, Andre Holland, Aleexander Skargard, Bill Camp.


Luzzu/Malta (Sutradara dan Penulis Naskah: Alex Camilleri, Produser: Rebecca Anastasi, Ramin Bahrani, Alex  Camilleri, Oliver Mallia) – Hal yang tak terduga dilakuka oleh Jesmark seorang nelayan dari pulau Malta nekad memasuki pasar gelap perikan demi menafkahi pacar dan bayinya yang baru lahir. Film naratif ini diperankan oleh Jesmark Sciclune, Michela Farrugia, David Scicluna.


John and the Hole/U.S.A (Sutradara: Pascual Sisto, Penulis Naskah: Nicolas Giacobone, Produser: Elika Portnoy, Alex Orlovsky, Mike Bowes) – Film naratif ini bercerita tentang seorang anak yang rela menahan keluarganya dalam sebuah lubang bawah tanah! Pemeran: Charlie Shotwell, Michael C. Hall, Jennifer Ehle, Taissa Farmiga.





Wahhh… bagaimana sob keren-keren kan filmnya?


Kim Yutani selaku Direktur Pemrograman di Sundance Film Festival

berujar “Bersamaan dengan berkembangnya film-film fiksi dan dokumenter di Indonesia, kami begitu antusias terhadap peluncuran Sundace  Film Festival: Asia edisi pertama kami,”

“Merupakan suatu kehormatan bagi kamu untuk dapat membawa semangat independen Sundance ke komunitas film yang dinamis di Indonesia. Semoga, Kami dapat terhubung dengan penonton lokal dan mendukung seniman Indonesia melalui intensive workshop dan panel discussion yang kami selanggarakan.” Lanjut Kim Yutani.

Dalam kesempatan itu juga William Utomo sekalu COO IDN Media

menambahkan, “ Sundance Film Festival: Asia 2021 akan menghadirkan serangkaian program yang intensif dan komprehensif. Harapan kami, para sineas di Indonesia dan regional dapat bertukar wawasan bau mengenai industry perfilman  melalui program-program tersebut. Selaras dengan visi IDN Media untuk terus memberi #PositiveImpact bagi masyarakat, Sundance Film Festival: Asia 2021 berkomitmen untuk menemukan bakat-bakat baru di Asia Tenggara, kemudia menghubungkan mereka kepada pakar di industry perfilman.”



 

Tidak hanya akan menayangkan film terpilih secara virtual Sundance Institute, XRM Media dan IDN Media juga akan menghadirkan  diskusi panel yang akan ditayangkan di platform Tiktok (@SundanceFFAsia). Dalam diskusi panel tersebut akan dihadiri oleh pembicara terkemuka dari komunitas film lokal dan Internasional. Keren banget kan sob? 


Dalam diskusi tersebut akan membahas beberapa topik tambahan meliputi; 

  • IDN Media mempersembahkan: Film Outlook – Industri film Indonesia dari tahun 2016, era pandemik, hingga potensi yang mungkin terjadi pasca pandemik. 
  • IDN Media mempersembahkan: Women in Film Indstry.
  • IDN Media mempersembahkan: The Derictors – Festivals and te Pathway to Success.
  • Percakapan dengan Sundance Film Festival: Asia Documantary Filmmakers, diikuti dengan sesi tanya jawab bersama Programmers Sundance Festival, Kim Yutani & Heidi Zwicker.
  •  Indonesian Short Filmmaking.
  • Short Film Competition.
  • Sundance Film Festival: Asia Intensive Program.


Untuk sobat penikmat perfilman di Indonesia yang pengin banget nonton kedelapan film terbaik pilihan dewan juri bisa memesan tiket melalui website: SundanceFilmFestivalAsia.org mulai hari Rabu, 15 September pukul 09:00.


Tentang Sundance Institute

Sebagai kurator film independen, Sundance Institute merupakan lembaga nirlaba yang menyediakan ruang bagi seniman di bidang film, teater, dan media digital untuk berkreasi dan berkembang. Didirikan pada tahun 1981 oleh Robert Redford dan dilangsungkan di Amerika Serikat, program-program yang diciptakan bertujuan untuk mengembangkan beragam proyek. Sundance Co // ab merupakan platform komunitas digital yang menyatukan seniman untuk saling bertukar ilmu dan tetap terhubung dalam sebuah ruang kreatif. Sundance Film Festival juga menghubungkan penonton dan seniman untukmelahirkan ide-ide baru yang autentik, sehingga komunitas film independen pun dapat terbentuk. Sundance Institute telah mendukung beragam proyek lain, seperti Clemency, Never Rarely Sometimes Always, Zola, On The Record, Boys State, The Farewell, Honeyland, One Child Nation, The Souvenir, The Infiltrators, Sorry to Bother You, Won't You Be My Neighbor?, Hereditary, Call Me By Your Name, Get Out, The Big Sick, Mudbound, Fruitvale Station, City So Real, Top of the Lake, Between the World & Me, Wild Goose Dreams and Fun Home.


Tentang XRM Media

XRM Media adalah perusahaan hiburan dan teknologi yang didedikasikan untuk mendukung, memproduksi, dan mendanai konten multikultural bersama mitra globalnya. Melalui pendekatan yang inkonvensional, XRM Media memanfaatkan portofolio investasi dan mengambil risiko pada prospek yang dinilai menjanjikan一XRM Media menjadi media anti-mainstream yang mampu menghubungkan audiens global melalui cerita yang resonan dan berpengaruh kuat.


Tentang IDN Media

IDN Media adalah perusahaan media platform untuk Millennial dan Gen Z di Indonesia, dengan lebih dari 60 juta Monthly Active Users (MAU). Visi kami adalah mendemokratisasi informasi dan membawa dampak positif bagi masyarakat.


Tentang Argo

Argo adalah platform streaming yang berkomitmen untuk membangun komunitas, menghubungkan pembuat film dengan penonton, dan menampilkan semua genre film pendek yang dikurasi ke dalam playlist bertema dari seluruh dunia. Argo menjamin hak komersial para pembuat film. Atas dasar bagi hasil, Argo bertujuan untuk memastikan bahwa pembuat film dapat memiliki kesempatan untuk benar-benar menunjukkan hasil karya mereka, sambil menghibur dan menginspirasi film-film independen yang baru.



Kontak Media

Vincent Wan

Asia Pacific, XRM Media

vincent@xrmmedia.com

+852 6626 3242









LihatTutupKomentar
Cancel

Terima kasih sudah baca postingan allamsyah.com, silakan tinggalkan komentar